Memaparkan catatan dengan label sharing is caring. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label sharing is caring. Papar semua catatan

Jumaat, 22 Oktober 2010

kematian Qalbu

(alm) Ust. Rahmat Abdullah

Kematian Hati

[pol]Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya.

Banyak orang cepat datang ke shaf shalat layaknya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi.

Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya. Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa, tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri.

Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada idzin untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.

Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudlu di dingin malam, lapar perut karena shiam atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang.

Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri.

Asshiddiq Abu Bakar Ra. selalu gemetar saat dipuji orang. "Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka", ucapnya lirih.

Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana, lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya. Ada orang beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat banyak. Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal dan menyalahkan orang yang beramal, karena kekurangan atau ketidaksesuaian amal mereka dengan lamunan pribadinya, atau tidak mau kalah dan tertinggal di belakang para pejuang. Mereka telah menukar kerja dengan kata.
Dimana kau letakkan dirimu?
Saat kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan takut.

Sesudah pengalaman dan ilmu makin bertambah, engkaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar. Semua sudah jadi biasa, tanpa rasa.
Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat ma'siat menggodamu dan engkau meni'matinya?

Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa jenjang kedewasaan ruhani meninggi. Rasa malu kepada ALLAH, dimana kau kubur dia ?

Di luar sana rasa malu tak punya harga. Mereka jual diri secara terbuka lewat layar kaca, sampul majalah atau bahkan melalui penawaran langsung. Ini potret negerimu : 228.000 remaja mengidap putau. Dari 1500 responden usia SMP & SMU, 25 % mengaku telah berzina dan hampir separohnya setuju remaja berhubungan seks di luar nikah asal jangan dengan perkosaan. Mungkin engkau mulai berfikir "Jamaklah, bila aku main mata dengan aktifis perempuan bila engkau laki-laki atau sebaliknya di celah-celah rapat atau berdialog dalam jarak sangat dekat atau bertelepon dengan menambah waktu yang tak kauperlukan sekedar melepas kejenuhan dengan canda jarak jauh" Betapa jamaknya 'dosa kecil' itu dalam hatimu.

Kemana getarannya yang gelisah dan terluka dulu, saat "TV Thaghut" menyiarkan segala "kesombongan jahiliyah dan maksiat"?

Saat engkau muntah melihat laki-laki (banci) berpakaian perempuan, karena kau sangat mendukung ustadzmu yang mengatakan " Jika ALLAH melaknat laki-laki berbusana perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki, apa tertawa riang menonton akting mereka tidak dilaknat ?"
Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama, lalu yang berteriak paling lantang "Ini tidak islami" berarti ia paling islami, sesudah itu urusan tinggallah antara engkau dengan dirimu, tak ada ALLAH disana?
Sekarang kau telah jadi kader hebat.
Tidak lagi malu-malu tampil.

Justeru engkau akan dihadang tantangan: sangat malu untuk menahan tanganmu dari jabatan tangan lembut lawan jenismu yang muda dan segar. Hati yang berbunga-bunga didepan ribuan massa.

Semua gerak harus ditakar dan jadilah pertimbanganmu tergadai pada kesukaan atau kebencian orang, walaupun harus mengorbankan nilai terbaik yang kau miliki. Lupakah engkau, jika bidikanmu ke sasaran tembak meleset 1 milimeter, maka pada jarak 300 meter dia tidak melenceng 1 milimeter lagi ? Begitu jauhnya inhiraf di kalangan awam, sedikit banyak karena para elitenya telah salah melangkah lebih dulu.

Siapa yang mau menghormati ummat yang "kiayi"nya membayar beberapa ratus ribu kepada seorang perempuan yang beberapa menit sebelumnya ia setubuhi di sebuah kamar hotel berbintang, lalu dengan enteng mengatakan "Itu maharku, ALLAH waliku dan malaikat itu saksiku" dan sesudah itu segalanya selesai, berlalu tanpa rasa bersalah?

Siapa yang akan memandang ummat yang da'inya berpose lekat dengan seorang perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan "Ini anakku, karena kedudukan guru dalam Islam adalah ayah, bahkan lebih dekat daripada ayah kandung dan ayah mertua" Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai 'alimullisan (alim di lidah)? Apa kau fikir sesudah semua kedangkalan ini kau masih aman dari kemungkinan jatuh ke lembah yang sama?

Apa beda seorang remaja yang menzinai teman sekolahnya dengan seorang alim yang merayu rekan perempuan dalam aktifitas da'wahnya? Akankah kau andalkan penghormatan masyarakat awam karena statusmu lalu kau serang maksiat mereka yang semakin tersudut oleh retorikamu yang menyihir ? Bila demikian, koruptor macam apa engkau ini? Pernah kau lihat sepasang mami dan papi dengan anak remaja mereka.
Tengoklah langkah mereka di mal. Betapa besar sumbangan mereka kepada modernisasi dengan banyak-banyak mengkonsumsi produk junk food, semata-mata karena nuansa "westernnya" . Engkau akan menjadi faqih pendebat yang tangguh saat engkau tenggak minuman halal itu, dengan perasaan "lihatlah, betapa Amerikanya aku".
Memang, soalnya bukan Amerika atau bukan Amerika, melainkan apakah engkau punya harga diri.
Mahatma Ghandi memimpin perjuangan dengan memakai tenunan bangsa sendiri atau terompah lokal yang tak bermerk. Namun setiap ia menoleh ke kanan, maka 300 juta rakyat India menoleh ke kanan. Bila ia tidur di rel kereta api, maka 300 juta rakyat India akan ikut tidur disana.

Kini datang "pemimpin" ummat, ingin mengatrol harga diri dan gengsi ummat dengan pameran mobil, rumah mewah, "toko emas berjalan" dan segudang asesori. Saat fatwa digenderangkan, telinga ummat telah tuli oleh dentam berita tentang hiruk pikuk pesta dunia yang engkau ikut mabuk disana. "Engkau adalah penyanyi bayaranku dengan uang yang kukumpulkan susah payah. Bila aku bosan aku bisa panggil penyanyi lain yang kicaunya lebih memenuhi seleraku

Sabtu, 28 Ogos 2010

Refleksi komplikasi hawa.(disebalik kelembutan ada kekuatan)


Dengan nama Allah yang Maha pengasih Maha penyayang.


Lama sudah ana tak menulis/post entry untuk blog yang makin bersawang ni.MyEm0.Com.
Tapi alhamdulillah, akhirnya timbul satu perasaan untuk kembali berkongsi bersama antum. Insya Allah ini adalah post pertama ana setelah sekembalinya ana dari tanah suci dua kota haramain, kota madina & Kota Mekah. Namun, apa yang ingin ana kongsi disini bukanlah tentang kisah pengalaman ana disana, 'asbab'nya ana akan menceritakan pengalaman tersebut pada entry yang lain & setelah ana dapat melengkapkn maklumat yang betul dari sahabat rombongan.

Jadinya, apalah ya yang nak ana kongsikan kali ni?..jom baca

WOMEN ARE COMPLICATED

yup, it's true..wanita memang "complicated", kami susah diramal. Ada benarnya kata-kata kaum Adam bahawasanya kami memang sukar difahami. Ada yang kata
"peliknya orang perempuan ni, bila orang nak tolong selesaikan masalah, tapi masih tak puas hati, adeh..macam mana ini olang?".MyEm0.Com
Tapi, kadang2 tak semestinya kaum Adam yang kurang faham, boleh jadi sahabat sendiri pun pening nak tolong selesaikan masalah mereka kerana cerita masalah mereka kadang-kadang berkias walaupun sebenarnya mudah je masalahtu, sebab masalah yang sama, cuma mungkin situasi bebeza(maybe on psychology side).(but sometimes variety juga problem kami ni). Lucukan wanita ni, tapi hakikatnya itulah kami.

COMPLICATED VS SIMPLE.

Wahai kaum Adam jangan ingat yang "simple" itu kamu. Apa yang ana nak ajak antum befikir bahawa, Allah itu adil, Allah takkan memberatkan sesuatu tanpa memberi keringanan kepada kita.Begitulah wanita, mudah tak Allah menciptakan Hawa?.tentulah bagi Allah mudah, tambahan pula, asal kejadian kami adalah dari tulang rusuk kamu,yang tidaklah lurus. Baiklah berbalik kepada poin "complicated" kenapa Allah menciptakan kaum Hawa ni begitu tentu juga untuk memudahkan yang sukar. sedarlah, kami diciptakan untuk memudahkan antum. Kenapa pula?..yup, it's true..cuba kita hayati firman Allah dalam surah (ar-Rum:21)

"dan diantara tanda-tanda kekuasaan Allah ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri,supaya kamu merasa cenderung & merasa tenteram kpdnya, & dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih & sayang.sesungguhny pada itu terdapat tanda-tanda bagi org y berfikir"(30:21)

Naaah, cuba hayati ayat yang ana highlightkan, bukankah benar antum akan merasa cenderung & tenteram melihat kami?(poin ini lebih tertuju kepada isteri ya). Ana meletakkan firman Allah tersebut "perfect'" sebab memang benar bukan?bila antum serabut ,sedih takut, ana rasa kalau yang sudah "bina masjid" mungkin lebih faham. Tapi, buat yang belum tentulah antum akan terus mencari ummi antum bukan? sehinggakan antum menggelarkan "ummi" antum ratu hati antum. cuba antum perhatikan ummi antum, masa antum kecil sampai 'la ni' bila bilik antum bersepah, siapa yang kemas? bila ayah antum ada masalah, siapa yang tenangkan? ummi antum bukan? jadi, hormatilah ibu antum & seangkatan dengannya.MyEm0.ComSelain pada tu, kenapa mudah? bila antum terlihat wanita, semestinya perasaan suka akan wujud, jadi untuk membendung diri dari maksiat, antum perlu berkahwin, & itu lebih dapat menundukkan pandangan & menjaga kemaluan. Mudah bukan?(walaupun kadang2 nak kahwin ni ada cabarannya)

WE DON'T NEED SOLUTION.

'mesyi', as a woman not yet a girl or not yet a woman yet a girl, jawapan kepada kenapa kami tak memerlukan solusi antum adalah sebab kami memerlukan pendengar yang baik. Kami lebih suka diberikan perhatian & kasih sayang. Jiwa kami lembut, kami diciptakan untuk merasakan kasih sayang & dilindungi, hanya itu yang kami inginkan disebalik kesukaran yang kami hadapi. Antum arifkan yang kami ni cerewet? Kami nak semuanya sempurna, tetapi kenapa kami inginkan sedemikian? hal yang demikian bukanlah untuk kami semata-mata, tetapi untuk antum juga.Cuba antum perhatikan, kenapa kami semua nak cantik, sebab antum sukakan kecantikan .Kenapa kami cerewet, sebab antum sukakan kesempurnaan. Kenapa kami malu? kerana ingin menjaga diri kami untuk antum, namun kepada wanita solehah semua ini adalah kerana AllahCantik,cerewet,manja,& malu kami hanya untuk yang sah kepada kami. Itulah yang sewajarnya.

WOMEN ARE FROM MEDINA,MEN ARE FROM MECCA.

why i said so?.ok, berdasarkan pengalaman ana ditanah suci bulan lepas apa yang ana perhatikan terdapat satu konsep tarikan unik tentang nisa' & rijal. Cuba kita imbau kembali lembaran sejaran peristiwa hijrah, kaum muhajirin adalah yang datangnya dari mekah,& kaum ansar adalah dari madinah. Cuba perhatikan layanan kaum ansar terhadap kaum muhajrin,sangat istimewa, mereka sanggup menyerahkan segala-galanya untuk kaum muhajirin demi Allah azza wajjalla. so, refleks kepada kaum wanita, kami mungkin boleh dianggap seperti ansar & muhajirin adalah lelaki, asbabnya, lelakilah yang mendatangi kaum wanita untuk dinikahi, untuk berkongsi hidup & menjadikan wanita sayap kiri perjuangannya di jalan Allah. Kami mungkin seperti ansar yang sehabis mungkin menyerahkan segalanya kepada antum jika sudah halal bagi antum.Ketahuilah, wanita itu lemah & mungkin tidak sehebat rijal dimedan perang, tetapi menjadi wanita & isteri solehah adalah antara jihad kami. Menjadi ibu kepada generasi cetakan al-Quran adalah impian kami, disitulah kami tanamkan kekuatan kami. Disebalik kelembutan kami, boleh terlahirlah seorang mujahid, disebalik airmata kami,bergantilah dengan titisan keringat para syahideen. Jangan lihat kami hanya di balik kebengkokkan kami. Nilailah ciptaan Allah itu tidak sia-sia.Lihatlah lurusnya usaha kami. Namun, kami juga memerlukan antum untuk melindungi kami, janganlah antum merosakkan kami, mempermainkan nafsu & jiwa kami. Janganlah mendatangi kami selagi antum tak mampu berani berhadapan dengan penjaga kami.Janganlah memberi kami harapan palsu.Jiwa kami runtum dengan pujukan & rayuan walaupun zahirnya kelihatan muslimah. Buktikanlah keperwiraan antum.Buktikanlah Hanya lelaki yang hebat mampu menerima wanita yang hebat. seharusnya,jadilah perwira dalam menegakkan kalimat "la illaha Illallah Muhammad Rasul Allah"

REPENTANCE.

Antum semuanya,manusia itu tidak pernah terlepas dari dosa, kita lemah & sering lupa. Kita perlukan peringatan yang berulang-ulang supaya tidak terlepas dari perhatian Allah. Menurut sebuah hadits(ana tak mampu untuk membahaskannya,tetapi sekadar mengambil pengajaran)
..."wanita adalah fitnah dunia"..apa yang cuba dimaksudkan disini bukanlah semua wanita, tetapi hanyalah kepada wanita-wanita yang tidak menjaga dirinya, yang hilang nilai malunya, yang menyebabnya tersungkurlah jiwa-jiwa mujahid yang lemah jiwanya..janganlah antunna melemah lembutkan bicara kepada mereka,kerana antunna terlalu indah bagi mereka:-

"wahai isteri-isteri nabi! kamu tidak spt perempuan2 yang lain,jika kamu bertaqwa.Maka janganlah kamu tunduk( melemah lembutkn suara)dlm b'bicara shingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, & ucapkanlah perkataan yang baik(33;32)

Cubalah kita hayati firman Allah diatas & jadikan pedoman dalam diri kita. Letakkan "khauf & raja'(takut & harap) kita kepada Allah, bukan kepada lelaki. Mari kita sama-sama menjadi hamba yang bertaqwa. Untukmu musafir dunia sebaik-baik bekalan adalah taqwa. Sebaik-baik pentunjuk dari tersesat adalah al-Quran & sunnah. kembalilah kepada rabb-Mu yang maha pengasih, at-tawwab,al-ghafur ,ar-Rahman & ar-Raheem.. janganlah berputus asa dari rahmat tuhanmu. Dia lah kekasih Agungmu,yang telah berfirman:-

"katakanlah,"wahai hamba-hambaku yang melampaui batas terhadap diri sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya, Allah mengampuni dosa2 semuanya. sungguh,Dia maha pengampun ,Maha penyanyang"(39:53)

Itulah janji Allah kepada hambanya yang melampaui batas, subhanaAllah, sungguh Allah itu maha penerima taubat..

"Ya Allah ampuni dosa-dosa kami samada yang jelas atau tersembunyi..
yang sengaja atau tidak sengaja, yang terdahulu hingga kini. Bariskan kami dengan mereka yang berjuang mendapatkan redha-Mu. Bebaskan kami dari nafsu dunia yang membelenggu. Percikkanlah darah & keringat kami untuk melawan musuhmu. Alirkan tangisan kami untuk mensucikan diri kami kepada-Mu. Temukan malam-malam kami mengahadap-Mu didunia ini. Tiada nikmat teragung selain mati didalam kalimat asma'-Mu."

akhi wa akhawat sekalian, marilah kembali kepada keaslian. Timbulkan rasa malu kalian dari terus-terusan bermaksiat kepada Allah. Lelahlah dari terus bergelumang dengan kesenangan dunia, sungguh dunia itu penuh perhiasan yang menipu. Bicaralah dengan nafas kesegaran jiwa untuk menyampaikan peringatan kepada Allah. Jadilah kita nisa' wa rijal yang tidak ampuh kerna nafsu dunia. peliharalah diri kalian & keluarga kalian.buanglah ego didada kalian.Semoga kalian dirahmati Allah.


Demi siapa ini semua?

Nafas segar terbitnya mentari,
membasahkan keringat diperjalanan,
aku tahu diriku hamba,
siangku hamparan medan perjuangan,
dia ada dihadapan!
dia ada dibelakang!
oh, musuhku memang durjana!

malamku permaidani kesufian,
menghisab kekesalan sering lalu,
mengharap maghfirah firman-MU,
dengan jiwa yang membungkam,
aku daif tanpa petunjuk-Mu,
aku ingin berjuang kerana-Mu,

aku ingin seperti mereka,
para bidadari surga,
siti khadijah, pendamping setia Rasul-Mu,
Sumayah, darahnya tertumpah kerna-Mu,
namun aku insan biasa,
juga ingin menjadi shuhada',
andai diberikan aku satu waktu,
ingin aku terus menerkam musuh mu,
memotong,menghiris & membunuh,
jiwa-jiwa yang alpa kepada-Mu,
melahirkan ummat yang dibanggakan
Rasullullah,
dan jika aku membunuh juga terbunuh,
lalu aku menghadapMu & Engkau bertanya kepada aku,
"demi siapa ini semua?"
dengan merendah aku menjawab,
Untuk-Mu..


Akhirul kalam, kepada antum semua , apa yang ana catatkan bukanlah untuk mengingatkan antum semata-mata, tetapi lebih suka ana dahulukan untuk nasihati diri ini, andai kata ada yang tersalah, mohon beri teguran ya. Mungkin, post kali kelihatan lain sedikit dari yang sebelumnya.
Tetapi harapan dari ana semoga kita sama-sama mengambil imbrah nya ya..MyEm0.Com..


syukron jazkillah..


Jumaat, 18 Jun 2010

kisah generasi harapan


Dengan Nama Allah,

kisah pemuda Kahfi

(source:halaqah-online)

Ashabul Kahfi; tauladan buat pemuda umat ini Pemuda sebagai tunggak kepada kekuatan ummah seharusnya mempunyai aqidah Islam yang teguh, kefahaman Islam yang jitu, akhlak Islam yang mantap dan semangat keislaman yang waja. Pemuda Islam mesti menyedari tanggungjawab mereka sebagai harapan agama dan ummah iaitu;

-Untuk mengabdikan diri kepada Allah

-Untuk berkomitmen dengan manhaj Rabbani dan memperjuangkanya.

-Membantu membangunkan ummah dan negara Pemuda Islam juga harus menyedari asas-asas kekuatan mereka sebagai seorang muslim di mana tanpanya mereka tidak akan mampu merealisasikan tanggungjawab mereka itu. Asas-asas kekuatan itu ialah;

-Iman yang mantap di dalam jiwa

-Keikhlasan semata-mata kerana Allah dan mencari keredhaanNya

-Keazaman yang kukuh, yang tidak pernah mengenal erti takut, segan dan malu.

-Amal/kerja yang bersungguh-sungguh dan berterusan tanpa jemu dan malas.

-Pengorbanan yang tinggi yang tidak mengenal kecuali menang atau syahid.

Di dalam al-Quran, Allah telah membentangkan satu kisah untuk tatapan pemuda Islam sepanjang zaman. Kisah yang menggambarkan pemuda yang beriman dan dengan penuh cekal mempertahankan prinsip hidup mereka. Dalam usia yang masih muda mereka sudah mengenal betapa tingginya nilai iman dan agama sehingga mereka tidak sanggup menggadaikannya walaupun dengan tawaran harta benda yang mahal. Mereka lebih rela mempertahankan iman dan agama mereka biarpun terpaksa hidup dalam buangan dan terasing. Bahkan jika terpaksa mengorbankan nyawa sekalipun, mereka akan sanggup melakukannya.

Kisah yang kita maksudkan ialah kisah; “Ashabul Kahfi”. Kisah ashabul kahfi adalah kisah yang menonjolkan contoh pemuda yang memiliki segenap ciri Pemuda Islam yang sebenar iaitu;

-Teguh dengan iman dan prinsip hidup sebagai seorang muslim

-Yakin kepada diri sendiri

-Berani berhadapan dengan apa sahaja cabaran

-Sentiasa bersemangat mengharungi liku-liku hidup

-Mampu berhujjah mempertahankan pandangan dan prinsip hidup

-Sanggup berkorban

-Setiakawan dalam mengharungi cabaran bersama

-Sentiasa menjaga keta’atan kepada Allah walau dalam suasana mana sekalipun.

Kisah ashabul kahfi (yang bermaksud penghuni-penghuni gua) diceritakan oleh Allah dengan panjang lebar di dalam surah al-Kahfi, bermula dari ayat 9 hingga ayat 26 (iaitu kira-kira 15 ayat). Sebab turun ayat-ayat yang menceritakan kisah dalam surah al-Kahfi ini sebagaimana yang diceritakan oleh ulama’-ulama’ tafsir ialah; “Paderi-paderi yahudi berhasrat untuk menguji Nabi Muhammad s.a.w. sama ada ia benar-benar seorang Nabi atau tidak. Lalu mereka menyuruh orang-orang musyrikin supaya menguji baginda dengan bertanyakan tiga kisah yang ajaib yang berlaku pada zaman dahulu iaitu;

1. Kisah pemuda-pemuda yang bersembunyi dalam gua iaitu kisah ashabul Kahfi.

2. Kisah seorang raja adil yang mengelilingi dunia (timur dan barat) iaitulah Iskandar Zulkarnain.

3. Kisah tentang hakikat ruh.

Setelah 15 hari Rasulullah s.a.w. menunggu, maka turunlah wahyu menceritakan ketiga-tiga kisah tersebut”. Allah memulakan penceritaan dengan membentangkan rasa takjub manusia tentang kisah ini walaupun sebenarnya mereka tidak perlu rasa takjub kerana ia datang dari kudrat Allah, bahkan di sana terdapat banyak lagi tanda-tanda kekuasaan Allah yang lebih hebat dari peristiwa ini (seperti penciptaan langit dan bumi, penciptaan nabi Adam dan sebagainya).

Firman Allah; “Adakah engkau menyangka (wahai Muhammad), bahawa kisah ‘ashabul kahfi’ (penghuni gua) dan ‘ar-raqiim’ (anjing mereka) termasuk antara tanda-tanda-tanda kekuasaan Kami yang menakjubkan? (Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdo`a: "Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”. (al-Kahfi: 9)

Ashabul kahfi (penghuni-penguni gua) yang dimaksudkan dalam ayat di atas –menurut para ulama’- terdiri dari tujuh orang pemuda iaitu;

  1. Maksalmina
  2. Tamlikha
  3. Martunus
  4. Bainunus atau Nainunus
  5. Sarbunus
  6. Dzunuanus
  7. Kasyfitatanunus

Bersama mereka seekor anjing bernama Qitmir mengekori mereka. Pemuda-pemuda ini beriman kepada Allah di tengah kekufuran kaum dan bangsa mereka. Identiti mereka sebagai pemuda yang beriman diakui oleh Allah dengan firmanNya; “Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk”. (al-Kahfi: 13)

Menurut ahli sejarah, kisah ini berlaku pada zaman sebelum kedatangan Islam di satu negeri bernama Afsus yang terletak di Turki (ada pendapat menyatakan di Jordan, dan ada juga mengatakan di Syria). Asalnya penduduk negeri itu beriman kepada Allah dan beribadat mengesakanNya. Namun keadaan berubah selepas kedatangan seorang raja bernama Diqyanus. Raja ini menganut fahaman kufur/berhala dan ia memaksa rakyat di bawah pemerintahannya supaya murtad dari agama Allah yang dibawa Nabi Isa a.s. dan bertukar kepada agama kufur/berhala yang dianutinya. Rakyat yang takut dengan ancaman dan siksaan raja itu terpaksa akur dengan arahan yang zalim itu. Namun tujuh pemuda beriman tadi tidak mahu tunduk dengan tekanan raja kafir itu. Mereka tetap teguh mempertahankan aqidah mereka walaupun menyedari nyawa dan diri mereka mungkin terancam dengan berbuat demikian.

Akhirnya mereka dipanggil mengadap raja itu. Di hadapan raja yang zalim itu, mereka dengan penuh berani dan bersemangat berhujjah mempertahankan iman dan prinsip aqidah ilahi yang mereka yakini. Allah berfirman menceritakan peristiwa mereka berhujjah; “Dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri (di hadapan raja) lalu mereka berkata (membentangkan hujjah kepada raja): "Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran. Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai tuhan-tuhan (untuk di sembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka?) Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?”. (al-Kahfi: 14-15)

Walaupun tidak mampu menjawab hujjah-hujjah yang mantap dari pemuda-pemuda beriman ini, raja yang kufur dan zalim itu tetap berkeras mahu mereka murtad dari agama mereka. Ia memberikan tempoh beberapa hari kepada mereka. Jika selepas tempoh itu pemuda-pemuda ini tetap berkeras, maka mereka akan dimurtadkan secara paksa atau akan dibunuh. Kerana sayangkan aqidah dan agama mereka, pemuda-pemuda ini bermesyuarat sesama mereka untuk mencari keputusan yang muafakat; apakah tindakan yang sepatutnya diambil untuk mempertahankan diri dan juga agama mereka? Akhirnya mereka memutuskan untuk lari bersembunyi dan berlindung di dalam gua di kawasan pedalaman/kampung.

Firman Allah; “Dan oleh kerana kamu telah mengasingkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, maka pergilah kamu berlindung di gua itu, supaya Tuhan kamu melimpahkan dari rahmat-Nya kepada kamu dan menyediakan kemudahan-kemudahan untuk menjayakan urusan kamu dengan memberi bantuan yang berguna”. (al-Kahfi: 16)

Mereka lari ke pedalaman di kawasan pergunungan bernama Nikhayus. Di situ terdapat sebuah gua dan di situlah mereka bersembunyi dan berlindung. Kebetulan semasa perjalanan mereka ke situ mereka telah diekori oleh seekor anjing bernama ar-raqiim. Maka anjing itu turut bersama-sama dengan mereka berlindung dan menetap di gua itu. Di dalam gua itu mereka diberi ketenangan dan ketenteraman oleh Allah.

Ia telah menidurkan mereka dengan nyenyak dalam gua tersebut. Firman Alalh menceritakan tentang mereka di dalam gua; “Lalu Kami tidurkan mereka dengan nyenyaknya di dalam gua itu bertahun-tahun lamanya”. (al-Kahfi: 11). Allah ingin menzahirkan bukti-bukti kekuasaanNya kepada hamba-hambaNya melalui peristiwa ini. Maka Allah telah mentakdirkan pemuda-pemuda ini tidur dalam jangka masa yang amat lama iaitu selama 300 tahun (mengikut perkiraan tahun Masihi) atau 309 tahun (mengikut tahun Hijrah).

“Dan mereka telah tinggal tidur dalam gua mereka selama tiga ratus tahun (dengan kiraan ahli Kitab), dan hendaklah kamu tambah sembilan tahun lagi (dengan kiraan kamu) (yakni menjadi 309 tahun)”. (al-Kahfi: 25)

Walaupun mereka tidur amat lama dan tanpa makan dan minum, tetapi dengan kuasa Allah, badan dan jasad mereka tidak hancur dan musnah. Bahkan Allah menyatakan bahawa; jika kita lihat keadaan mereka di dalam gua itu nescaya kita tidak akan percaya bahawa mereka sedang tidur. “Dan engkau sangka mereka sedar padahal mereka tidur; dan Kami balik-balikkan mereka dalam tidurnya ke sebelah kanan dan ke sebelah kiri (supaya badan mereka tidak dimakan tanah), sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka”. (al-Kahfi: 18) Setelah sampai tempoh yang ditetapkan Allah (iaitu 300 tahun atau 309 tahun), mereka dibangunkan.

Ketika mereka bangun mereka sendiri tidak menyedari bahawa mereka tidur dalam jangka masa yang amat lama. Mereka menyangka mereka hanya tidur dalam masa sehari atau separuh hari sahaja. “Berkatalah salah seorang di antara mereka: "Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini?)". Mereka menjawab: "Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari….”. (al-Kahfi: 19)

Sebaik bangun dari tidur mereka, mereka terasa lapar. Maka sebahagian dari mereka mencadangkan agar dihantar seorang wakil untuk ke Bandar bagi mencari sesuatu untuk di makanan. Akhirnya mereka memilih Tamlikha untuk ke kota Afsus. Kebetulan semasa mereka melarikan diri dulu mereka membawa bersama bekalan wang perak.

Firman Allah menceritakan cadangan sebahagian dari mereka itu; “Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perak kamu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang paling baik (yakni yang bersih dan halal), maka hendaklah dia membawa makanan itu untuk kamu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan hal kamu kepada seseorangpun. Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya”. (al-Kahfi: 19-20)

Lihatlah betapa bersihnya hati dan akhlak mereka. Walaupun dalam keadaan yang gawat dan susah serta kelaparan, tetapi mereka masih berpesan kepada sahabat mereka yang ditugaskan ke kota mencari makanan itu supaya mencari dan memilih makanan yang bersih dan halal. Ini menandakan bahawa mereka adalah pemuda-pemuda yang bertakwa kepada Allah. Di dalam al-Quran, Allah memerintahkan kita supaya bertakwa kepadaNya sedaya yang kita mampu, dalam keadaan mana sekalipun, sama ada senang atau susah.

FirmanNya; “Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta`atlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu”. (at-Taghabun: 16)

Walaupun Allah menceritakan dalam ayat tadi bahawa pemuda-pemuda amat berhati-hati dan berjaga-jaga agar jangan diketahui orang lain–kerana mereka menyangka raja yang memerintah negeri masih raja yang dulu dan kafir kepada Allah-, namun Allah telah mentakdirkan supaya berita tentang mereka diketahui oleh hamba-hambaNya yang lain bagi menunjukan kekuasaan dan kehebatanNya. Kebetulan semasa pemuda-pemuda ashabul kahfi ini dibangkitkan Allah setelah tidur 300 tahun lamanya, suasana negeri telah banyak berubah. Raja dan pemerintah negeri merupakan orang yang beriman kepada Allah. Begitu juga dengan kebanyakan rakyatnya.

Namun masih terdapat segelintir rakyat dalam negeri itu yang masih ragu-ragu tentang kebenaran kiamat; mereka masih ragu-ragu; bagaimana Allah boleh menghidupkan orang yang telah mati? Apatahlagi yang telah beribu bahkan berjuta tahun lamanya dimakan tanah. Maka bertepatanlah masanya Allah membangkitkan ashabul kahfi pada zaman tersebut dan menzahirkan kekuasaanNya kepada hamba-hambaNya yang masih ragu-ragu lagi. “Dan demikianlah Kami dedahkan hal mereka kepada orang ramai supaya mereka mengetahui bahwa janji Allah menghidupkan orang mati adalah benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya”. (al-Kahfi: 21)

Allah mendedahkan perihal pemuda-pemuda ashabul kahfi itu semasa wakil mereka itu datang ke kota hendak membeli makanan. Ia merasa hairan melihat keadaan kota dan penduduknya berubah sama sekali. Penduduk kota pula merasa hairan melihat keadaan wakil itu dan mereka semakin syak apabila mereka melihat wang perak yang dibawanya ialah wang zaman dahulu yang sudah tidak laku lagi. Ia dituduh menjumpai harta karun lalu dibawa mengadap raja yang beriman dan mengambil berat hal agama.

Setelah mendengar kisahnya, raja dan orang-orangnya berangkat ke gua ashabul kahfi bersama wakil itu, lalu berjumpa dengan pemuda-pemuda itu sekeliannya dan mendengar kisah mereka. Sejurus kemudian pemuda-pemuda itu pun dimatikan Allah sesudah memberi ucapan selamat tinggal kepada raja yang beriman itu dan orang-orangnya. Raja mencadangkan supaya sebuah masjid didirikan di sisi gua itu. Sementara itu ada yang mencadangkan supaya mendirikan sebuah bangunan atau tugu sebagai kenangan. Hal ini diceritakan Allah dengan firmanNya;

“Setelah itu maka (sebahagian dari mereka) berkata: "Dirikanlah sebuah bangunan di sisi (gua) mereka, Allah jualah yang mengetahui akan hal ehwal mereka". Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka (yakni pihak raja) pula berkata: "Sesungguhnya kami hendak membina sebuah masjid di sisi gua mereka”. (al-Kahfi: 21)